Showing posts with label Child Health and Nutrition. Show all posts
Showing posts with label Child Health and Nutrition. Show all posts

Monday, May 26, 2008

Pertumbuhan Fisik & Kesehatan Remaja

PERTUMBUHAN FISIK & KESEHATAN REMAJA

By: Melly Latifah
(Updated on March 2008)
Department of Family & Consumer Sciences
Faculty of Human Ecology
Bogor Agriculture University


1.Definisi Remaja

Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang ditandai dengan perubahan fisik karena pubertas serta perubahan kognitif dan sosial. Menurut Seifert dan Hoffnung (1987), periode ini umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun hingga akhir masa pertumbuhan fisik, yaitu sekitar usia 20 tahun.

2.Pandangan Teoritis tentang Remaja

Ada dua pandangan teoritis tentang remaja. Menurut pandangan teoritis pertama – yang dicetuskan oleh psikolog G. Stanley Hall – : adolescence is a time of “storm and stress “. Artinya, remaja adalah masa yang penuh dengan “badai dan tekanan jiwa”, yaitu masa di mana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan, serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya (Seifert & Hoffnung, 1987). Dalam hal ini, Sigmund Freud dan Erik Erikson meyakini bahwa perkembangan di masa remaja penuh dengan konflik. Keyakinan ini tercermin dari teori mereka tentang perkembangan manusia.

Menurut pandangan teoritis kedua, masa remaja bukanlah masa yang penuh dengan konflik seperti yang digambarkan oleh pandangan yang pertama. Banyak remaja yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya, serta mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan kebutuhan dan harapan dari orang tua dan masyarakatnya.

Bila dikaji, kedua pandangan tersebut ada benarnya, namun sangat sedikit remaja yang mengalami kondisi yang benar-benar ekstrim seperti kedua pandangan tersebut (selalu penuh konflik atau selalu dapat beradaptasi dengan baik). Kebanyakan remaja mengalami kedua situasi tersebut (penuh konflik atau dapat beradaptasi dengan mulus) secara bergantian (fluktuatif).

3.Pertumbuhan Fisik Remaja

Seseorang akan mengalami pertumbuhan fisik (tinggi dan berat badan) yang sangat pesat pada usia remaja yang dikenal dengan istilah growth spurt. Growth spurt merupakan tahap pertama dari serangkaian perubahan yang membawa seseorang kepada kematangan fisik dan seksual.

Pada usia 12 tahun, tinggi badan rata-rata remaja putra USA sekitar 150, sementara remaja putri sekitar 154 cm. Pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja putra USA sekitar 177 cm, sedangkan remaja putri hanya 163 cm. Kekepatan pertumbuhan tertinggi pada remaja putri terjadi sekitar usia 11 – 12 tahun, sementara pada remaja putra, dua tahun lebih lambat. Pada masa pertumbuhan maksimum ini, remaja putri bertambah tinggi badannya sekitar 3 inci, sementara remaja putra bertambah lebih dari 4 inci per tahunnya (Marshall, dalam Seifert & Hoffnung, 1987).

Seperti halnya tinggi badan, pertumbuhan berat badan juga meningkat pada usia remaja. Pertumbuhan berat badan ini lebih sulit diprediksi daripada tinggi badan, dan lebih mudah dipengaruhi oleh diet, latihan fisik, dan pola hidup.
Pada usia remaja, tubuh remaja putri lebih berlemak daripada remaja putra. Selama masa pubertas, lemak tubuh remaja putra menurun dari sekitar 18 – 19 % menjadi 11 % dari bobot tubuh. Sementara pada remaja putri, justru meningkat dari sekitar 21 % menjadi sekitar 26 – 27 % (Sinclair, dalam Seifert & Hoffnung, 1987).

Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi dan berat badan) lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya. Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15 – 17 tahun, sekarang sekitar 12 – 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan sepenuhnya pada usia 23 – 24 tahun dan perempuan pada usia 19 – 20 tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 – 20 dan perempuan pada usia 13 – 14 tahun.

Trend secular terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-kanak.

4.Pubertas

Pubertas adalah periode pada masa remaja awal yang dicirikan dengan perkembangan kematangan fisik dan seksual sepenuhnya (Seifert & Hoffnung, 1987). Pubertas ditandai dengan terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder.

Ciri-ciri seks primer memungkinkan terjadinyanya reproduksi. Pada wanita, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada vagina, uterus, tube fallopi, dan ovari. Perubahan ini ditandai dengan munculnya menstruasi pertama. Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis, scrotum, testes, prostate gland, dan seminal vesicles. Perubahan ini menyebabkan produksi sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi, dan perubahan ini ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali (biasanya melalui wet dream).

Ciri-ciri seks sekunder meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan bulu-bulu pada bagian tertentu tubuh, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya dengan perubahan hormonal. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin, kemudian dilepaskan melalui aliran darah menuju berbagai organ tubuh.

Kelenjar seks wanita (ovaries) dan pria (testes) mengandung sedikit hormon. Hormon ini berperan penting dalam pematangan seksual. Kelenjar pituitary (yang berada di dalam otak) merangsang testes dan ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh hypothalamus yang berada di atas batang otak.

5.Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja

Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja, baik putri maupun putra. Canggung, malu, kecewa, dll. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.

Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem).

Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu endomorfik, mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular).

6.Masalah Kesehatan pada Remaja

Remaja merupakan usia paling sehat dibanding kanak-kanak dan dewasa karena sedikitnya penyakit yang dialami kelompok usia ini. Akan tetapi, remaja memiliki resiko kesehatan paling tinggi karena faktor kecelakaan, alkohol, narkoba, hamil diluar nikah, kebiasaan makan (diet) dan perilaku hidup sehat yang buruk

Referensi :
Seifert, K.L. & Hoffnung, R.J. (1987). Child and Adolescent Development. Boston : Houghton Mifflin Co.




Saturday, March 1, 2008

Gizi dan Tumbuh Kembang Anak

oleh : Melly Latifah




Mengenal Gizi dan Tumbuh Kembang Anak



Pertumbuhan ialah perubahan fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik. Pertumbuhan dapat diartikan pula sebagai proses aktualisasi potensi herediter yang berlangsung secara berkesinambungan. Hasil pertumbuhan antara lain bertambahnya tinggi dan berat badan, tulang-tulang menjadi lebih besar-panjang-berat-kuat, perubahan pada sistem persyarafan; dan perubahan-perubahan pada struktur jasmaniah lainya. Pertumbuhan dapat diamati dengan mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, lingkar lengan, dan lain-lain.


Setiap bagian tubuh itu mempunyai perbedaan kecepatan pertumbuhan. Sebagai contoh, pertumbuhan alat-alat kelamin paling lambat pada masa kanak-kanak, namun mengalami percepatan pada masa pubertas. Sebaliknya, pertumbuhan susunan syaraf pusat berlangsung paling cepat pada masa kanak-kanak, kemudian menjadi lambat pada masa akhir kanak-kanak, dan relatif berhenti pada masa pubertas.


Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu : (1) Faktor sebelum lahir. Contohnya : kekurangan gizi pada ibu dan janin; janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, ibu terinfeksi oleh bakteri syphilis, TBC, Cholera, Typhus, gondok, sakit gula (diabetes melitus), dan lain-lain; (2) Faktor ketika lahir. Contohnya, pendarahan pada bagian kepala bayi yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan, gangguan pada susunan syaraf-pusat karena kelahiran bayi dengan bantuan tang; (3) Faktor sesudah lahir. Contohnya, pengalaman traumatik (luka-luka) pada kepala, kepala bagian dalam terluka karena bayi jatuh, kepala terpukul, infeksi pada otak atau selaput otak (misalnya oleh penyakit cerebral meningitis), dan kekurangan zat gizi.


Perkembangan ialah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis pada anak yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar. Perkembangan dapat diartikan pula sebagai proses transmisi dari konstitusi psiko-fisik yang herediter, dirangsang oleh faktor-faktor lingkunngan yang menguntungkan, dalam perwujudan “proses aktif-menjadi” secara kontinyu. Secara sederhana, perkembangan bisa diartikan sebagai proses pematangan fungsi-fungsi yang non-fisik. Perkembangan dapat diamati dari berbagai kecakapan dan keterampilan anak. Contohnya, seorang bayi baru lahir yang hanya bisa tidur, namun dengan bertambahnya usia, anak menjadi mampu tengkurap, kemudian merangkangkak, lalu duduk, kemudian berdiri, selanjutnya mampu berjalan kemudian berlari. Dari yang semula tidak bisa bicara menjadi pandai bicara. Dari yang semula tidak dapat membaca dan berhitung, menjadi pandai membaca dan berhitung


Perkembangan anak dipengaruhi tiga faktor utama yang bekerja secara stimulan, yaitu : (1) Faktor herediter. Faktor ini merupakan sifat atau kondisi bawaan yang diturunkan dari orang tua; (2) Pertumbuhan dan pematangan fisik. Faktor ini dipengaruhi oleh konsumsi makanan (asupan zat gizi), perawatan kesehatan, dan perawatan anak secara umum; (3) Stimulasi lingkungan. Faktor ini tergantung pada sejauh mana orang tua dan lingkungan di sekitar anak memberikan stimulasi psikososial atau proses pembelajaran yang mendorong perkembangan anak.


Aspek-aspek perkembangan anak yang perlu mendapat perhatian adalah kemampuan : (1) Gerakan kasar; (2) Gerakan halus; (3) Memahami apa yang dikatakan orang lain; (4) Berbicara; (5) Kognitif ; (6) Menolong diri sendiri; dan (7) Bergaul.



Dampak Kekurangan Zat Gizi bagi Tumbuh Kembang Anak


Pada masa kanak-kanak, proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat. Menurut Husaini (1997), apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, maka akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak. Hal ini akan berakibat terjadi ketidakmampuan otak berfungsi secara normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan tergangggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil., jumlah sel darah otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak.


Pertumbuhan otak sangat terpengaruh apabila kurang gizi terjadi sejak dalam kandungan, dan berlanjut sampai usia bayi. Pada janin, keadaan kurang gizi akan menyebabkan jumlah sel otak menurun terutama pada cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lemak dan enzim serta fungsi neurotransmiter yang tidak normal. Keadaan Kurang Energi dan Protein (KEP) yang terjadi pada usia sangat muda mempengaruhi perkembangan fisik dan kecerdasan. Hasil-hasil penelitian di dalam dan luar negeri menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara keadaan gizi dan kemampuan belajar.


Hasil penelitian di Jawa Barat menunjukkan bahwa kurang gizi berasosiasi dengan keterlambatan perkembangan motorik (Husaini, 1997). Dari penelitian di Meksiko dan Jamaika, diungkapkan bahwa rehabilitasi kemampuan kognitif memerlukan waktu lebih lama daripada rehabilitasi keadaan gizinya. Dengan kata lain, kemampuan kognitif anak tidak segera menjadi baik meskipun status gizi berhasil diperbaiki. Bahkan para ahli meyakini bahwa kehilangan ini tidak dapat dipulihkan seperti sedia kala. Oleh karena itu, orang tua harus mewaspadai dampak dari kekurangan gizi pada anak-anaknya. Dengan kata lain, para orang tua harus memperhatikan pola makan anak-anaknya.


Jaringan otak pada anak yang tumbuh normal sampai umur 3 tahun akan mencapai 80 % berat otak orang dewasa. Apabila sebelum mencapai umur 3 tahun terjadi kekurangan zat gizi tertentu, dapat menimbulkan kelainan-kelainan fisik maupun mental. Kelainan fisik timbul sebagai akibat pertumbuhan yang terhambat, dan kelainan mental timbul sebagai akibat perkembangan otak yang terganggu.


Perkembangan sel otak dan sel syaraf lainnya masih berlangsung dan berhenti ketika anak berumur 3 tahun. Oleh sebab itu pada periode umur tersebut anak memerlukan makanan yang cukup mengandung zat gizi makro maupun zat gizi mikro. Bila anak kekurangan zat gizi, terutama makanan sumber energi dan protein serta zat besi, maka perkembangan fisik dan kemampuan menyerap rangsangan dari luar juga terhambat. Akibatnya anak lebih lambat beraktifitas dan bereaksi dibanding anak usia sebaya yang tidak kekurangan gizi. Namun melalui stimulasi mental (rangsangan-rangsangan), kemampuan tersebut lambat laun menjadi lebih baik, walau tidak dapat sama dengan anak normal. Pertumbuhan fisik anak yang kekurangan gizi pada masa ini juga lebih rendah dibanding anak normal, namun setelah pengobatan dan pemberian makanan tambahan, pertumbuhan fisiknya dapat mendekati pertumbuhan fisik anak normal. Cacat permanen yang menyertai bila anak para periode ini kekurangan gizi adalah penurunan tingkat kecerdasan sebanyak sekitar 10-13 IQ poin.



Zat Gizi yang dibutuhkan bagi Tumbuh Kembang Anak


Untuk tumbuh dan berkembang, manusia memerlukan enam zat gizi utama, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi tersebut dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, makan makanan yang dimakannya tidak boleh hanya sekedar mengenyangkan perut saja. Makanan yang dimakan anak harus : · Beragam jenisnya · Jumlah atau porsinya cukup (tidak kurang atau berlebihan) · Higienis dan aman (bersih dari kotoran dan bibit penyakit serta tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan) · Makan dilakukan secara teratur · Makan dilakukan dengan cara yang baik.


Keenam zat gizi utama digunakan oleh tubuh anak untuk : 1. Menghasilkan tenaga yang digunakan oleh anak untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti belajar, berolah raga, bermain, dan aktivitas lain (disebut zat tenaga). · Zat makanan yang merupakan sumber tenaga utama adalah karbohidrat dan lemak · Makanan yang banyak mengandung karbohidrat adalah beras, jagung, singkong, ubi jalar, kentang, talas, gandum dan sagu. · Makanan yang banyak mengandung lemak adalah lemak hewan (gajih), mentega, minyak goreng, kelapa, dan keju. 2. Membangun jaringan tubuh dan mengganti jaringan tubuh yang aus/rusak. (disebut zat pembangun). · Zat makanan yang merupakan zat pembangun adalah protein. · Makanan yang banyak mengandung protein yaitu tahu, tempe oncom, kacang-kacangan, telur, daging, ikan, udang dan kerang. 3. Mengatur kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam tubuh (disebut zat pengatur). · Zat makanan yang merupakan zat pengatur adalah vitamin, mineral dan air. · Makanan yang banyak mengandung vitamin, mineral dan air adalah sayur-sayuran dan buah-buahan.


Kebutuhan tubuh kita akan keenam macam gizi untuk melakukan tiga fungsi tersebut tidak bisa dipenuihi hanya oleh satu macam makanan saja karena tidak ada satu pun makanan dari alam yang mempunyai kandungan gizi lengkap. Satu-satunya makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap adalah air susu ibu (ASI) bagi bayi usia empat bulan atau kurang. Setelah usia di atas empat bulan, ASI juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sehingga setelah usia empat bulan makanan bayi perlu ditambah dengan makanan pendamping ASI, seperti bubur tepung dan sari buah.


Agar kebutuhan tubuh akan gizi dapat terpenuhi secara lengkap, anak harus dibiasakan untuk makan makanan yang beraneka ragam. Jika makanan anak beragam, maka zat gizi yang tidak terkandung atau kurang dalam satu jenis makanan akan dilengkapi oleh zat gizi yang berasal dari makanan jenis lain. Agar makanan yang dimakan anak beraneka ragam, maka kita harus selalu ingat bahwa makanan yang dimakan anak harus mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Ketiga zat ini dapat berasal dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.



Bagaimana Menyusun Menu bagi Anak Agar Memenuhi Kebutuhannya ?


Meskipun kita bisa menghitung kandungan gizi makanan yang akan kita makan sehingga kita yakin betul bahwa apa yang kita makan telah memenuhi kebutuhan gizi kita, tapi pada kenyataannya hal tersebut sangat sulit untuk dilaksanakan. Pedoman yang paling mudah bagi kita untuk mengukur apakah makanan kita sudah mencukupi kebutuhan gizi atau belum adalah dengan menggunakan Pedoman "Empat Sehat Lima Sempurna”. Artinya, makanan yang kita makan sehari-hari sebaiknya terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Jika ditambah susu, itu lebih baik.


1. Makanan Pokok


Makanan pokok adalah kelompok makanan dalam menu makanan kita sehari-hari yang memberikan sumbangan karbohidrat paling banyak. Manfaat utama makanan pokok adalah sebagai zat tenaga. Zat tenaga sangat penting bagi tubuh, yaitu untuk melakukan segala jenis kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.


Makanan pokok kebanyakan masyarakat Indonesia adalah beras yang dimakan dalam bentuk nasi. Selain beras, ada juga yang lainnya. Misalnya jagung (pada masyarakat asli Madura), sagu (pada masyarakat asli Maluku), ubi jalar (pada masyarakat asli Irian Jaya). Pada sebagian masyarakat kita, singkong dan roti juga umum disajikan sebagai makanan pokok diwaktu makan pagi.


2. Lauk-pauk


Lauk-pauk adalah kelompok makanan yang paling banyak memberikan sumbangan zat putih telur atau lebih dikenal dengan protein. Manfaat utama lauk-pauk adalah sebagai zat pembangun. Adanya lauk-pauk dalam menu kita sehari-hari menyebabkan dapat membentuk jaringan-jaringan baru. Akibatnya rambut tumbuh dengan subur, otot-otot badan lebih padat, kulit halus dan luka lebih cepat sembuh. Manfaat paling penting dari lauk-pauk adalah untuk pertumbuhan otak. Jadi, kalau kita ingin cerdas, harus banyak makan lauk-pauk. Lauk-pauk ada yang berasal dari pangan nabati, ada juga yang dari pangan hewani. Lauk-pauk dari pangan nabati contohnya makanan yang dibuat dari kacang-kacangan, seperti tempe, tahu, dan oncom. Lauk-pauk dari pangan hewani contohnya telur, daging, ikan, belut, udang dan kerang.


3. Sayur-sayuran


Sayur-sayuran adalah kelompok makanan yang banyak memberikan sumbangan vitamin, mineral dan air bagi tubuh kita. Manfaat pokok sayur-sayuran bagi tubuh kita adalah sebagai zat pengatur. Manfaat lain dari sayur-sayuran adalah menghasilkan serat. Serat berguna untuk melancarkan buang air besar.


Kita harus menyukai beragam sayur-sayuran supaya di dalam tubuh kita tersedia banyak vitamin dan mineral. Bila tidak suka makan sayur-sayuran, kegiatan-kegiatan dalam tubuh kita akan kacau karena kekurangan zat pengatur. Selain itu, sulit buang air besar.


Di dalam sayuran yang bewarna hijau, banyak terkandung zat besi yang berguna untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan vitamin A yang berguna bagi kesehatan mata. Contoh sayuran hijau adalah bayam, katuk, kangkung dan daun singkong. Di dalam sayuran yang berwarna kuning dan merah juga banyak terkandung vitamin A. Contoh sayuran berwarna kuning adalah wortel, bit dan tomat.


4. Buah-buahan


Buah-buahan merupakan kelompok makanan yang banyak memberikan sumbangan vitamin dan air. Manfaat utama buah-buahan bagi tubuh kita adalah sebagai zat pengatur. Manfaat lainnya adalah menghasilkan banyak serat yang berguna untuk melancarkan buang air besar. Negara kita kaya akan buah-buahan. Diantaranya adalah alpukat, apel, arbei, anggur, belimbing, jambu biji, jambu air, jeruk, mangga, manggis, pepaya, pisang, rambutan, sawo dan semangka.


5. Susu


Susu merupakan makanan yang penting, terutama bagi bayi, ibu yang sedang hamil, ibu yang sedang menyusui, serta anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan (anak balita, anak usia sekolah dan remaja). Susu mengandung banyak protein, lemak dan mineral Kalsium. Protein penting untuk pertumbuhan. Lemak menyumbang tenaga yang banyak dan tahan lama di dalam tubuh. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Jika di dalam tubuh kita banyak tersedia kalsium, tulang dan gigi kita akan kuat, tidak mudah rapuh atau keropos.


Meskipun kandungan gizi susu cukup baik, tetapi di negara kita harga susu mahal. Sehingga tidak semua orang mampu membelinya. Selain itu, ada juga orang yang tidak tahan minum susu sehingga mencret-mencret jika minum susu. Jika kita tidak bisa minum susu kita tidak perlu khawatir karena susu dapat diganti dengan makanan lain. Makanan yang bisa dijadikan pengganti susu adalah makanan dari kelompok kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang tanah, kacang koro dan kacang tunggak.


Susu berasal dari susu hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing. Hewan ternak yang paling banyak diambil susunya adalah sapi. Susu dapat diminum dalam bentuk minuman segar, yaitu hasil perahan yang direbus dahulu. Susu bisa juga diolah dalam bentuk lain seperti keju, mentega susu, susu bubuk, susu kental, yogurt dan es krim.


Jika memungkinkan, lauk-pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan yang dimakan anak, jenisnya berganti-ganti setiap hari, agar makanan lebih beraneka ragam dan tidak membosankan. Jika anak menyukai beragam jenis makanan, kita akan mudah mendapatkan makanan yang murah tapi menyehatkan karena dengan banyaknya makanan yang disukai, kita memiliki banyak pilihan.


Dalam mengatur makanan anak, kita juga harus waspada terhadap makanan jajanan asing seperti fried chiken, burger, donut, pizza, dll. Makanan sejenis itu umumnya memiliki karakteristik : kaya akan karbohidrat, lemak, protein, dan garam, namun rendah vitamin, mineral dan serat sehingga bila dikonsumsi setiap hari, dapat menyebabkan kegemukan (obesitas). Makanan jajanan ini unsur gizinya jelas kurang lengkap (kurang mengandung vitamin dan mineral). Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan asing terlalu sering, sangat merugikan karena : (1) Dapat menyebabkan kegemukan (obesitas); (2) Dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, ginjal dan kencing manis; selain itu (3) Harga makanan jajanan asing jauh lebih mahal dibanding makanan tradisional Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA



1. Karyadi, D. & Muhilal. 1985. Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. PT Gramedia, Jakarta.


2. Gibson, R.S. 1990. Principles of Nutritional Assessment. Oxford University Press, New York, N.Y.


3. Strommen, E.A., Mckinney, J.P., Fitzgerald, H.E. 1983. Developmental Psychology : The School-Age Child. The Dorsey Press. Chicago, Lilinois.

Wednesday, February 20, 2008

Iron Deficiency

by : Melly Latifah
Human resources quality is an important thing for development. The quality of human resources are depend on many factors. One of them is nutrition. We need a good nutrition to make a healthy human.

Nutriton is the essensial part of food. There are six elements of nutrition, namely carbohydrate, fat, protein, vitamine, mineral, and water. Iron is one kind of mineral that we need for a good health and performance. Iron deficiency can decrease work performance of adults, also influence brain development of children.

The brain seems to be most sensitive to iron deficiency during the first two years of life, which produces long-term consecuencies. There is increasing evidence that children over two years of age with moderate iron deficiency in developing countries improve their mental function and school achievement if their iron deficiency is corrected by iron supplementation (Garrow & James, 1993). The experiments with young children (Pollit, et al, 1989) strongly support the view that iron supplements in early infancy improve mental performance in developing countries. These finding showing the dependence of brain development and function of iron supply.

Now, we have knew the importance of iron. Therefore, we need an adequate iron in our consumption for our good health. We can get iron from red meat, lever, fish, and green vegetables.

Food Sources

by : Melly Latifah

Food plays an important role in human life. It is needed by everyone for healthy life : doing the activities, supporting the growth, and maintaining the health. The individual food adequation determine individual nutritional status; without adequate food, people can’t maintain their nutritional status. Furthermore, individual nutrition status determine individual healthy life. So, people must eat food adequatly for healthy life.

We can find the food from many sources. The main sources of food are plants and animals, but we can devide it into ten categories, namely : Sereals, tubers, nuts, vegetables, fruits, fishs, meats, eggs, milk and it’s products, fats and oils. Each food has important role in our body.

Sereals - such as rice, corn, wheat, etc. - and tubers - such as cassava, sweet potato, potato, etc. - are important food sources of human energy. The main role of that foods in our body are produce energy, so that we can do many activities, such as walking, running, working, etc.

Nuts, such as peanuts, soybeans, cashew, peas, etc.; fishs, meats; eggs; also milk and it’s products are main food sources of human protein requirement. They produce proteins in our body for supporting our growth and maintaining our health.

Fats and oils are important food sources of human fat requirement. People need fat for producting energy and some kinds of fatty acid that we need for synthesizing protein.

Milk and it’s products - such as butter, cheese, yogurt and ice cream - are important food sources of protein and fat. Milk is a good food for children that they have been in growing period.

Vegetables and fruits are important food sources of human also because they supply our vitamins and minerals requirement. We need vitamins – such as A, B, C, D, E, K, etc. – and minerals – such as Ferrum, Calcium Yodium, Magnesium, etc.- for regulating our body metabolism. For example, without vitamin K, our body cannot produce membrans that we need for blood clotting; without Calcium, our body cannot form bones.

Base on the description above, we have known that we need energy and many kind of nutrition (proteins, fats, vitamins and minerals) for healthy life. We can find energy and nutrition not only from one kind of food, but from various sources, so that, we need various food for healthy life.